Apa yang diinginkan selama satu semester ini?

Apa yang diinginkan selama satu semester ini?

Assalamualaikum wr.wb
                Halooo. . terimakasih sudah mampir di Blogg saya J Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Brawijaya, dan kebetulan ada tugas untuk membuat blog dan ini adalah postingan kali pertama saya yang akan membahas tentang seputar dunia perkuliahan. Mungkin tulisan  ini bukan hanya tertuju untuk mahasiswa saja, tapi bisa juga untuk semua pelajar. Ketika kita sebagai siswa/mahasiswa pasti pernah mengalami saat saat yang dimana ketika pelajaran berlangsung dan jam pulang masih lama, kita ngerasa ngantuk, tidak semangat belajar, tidak focus, dan lain lain. Bener kann?? :D Sampai kadang pernah ada anak yang disuruh cuci muka gara gara ketiduran dikelas. Wahh sudah parah tuh kalau kaya gitu hihihi. Lalu ketika kita diberikan kesempatan untuk menyampaikan keinginan, apa yang diinginkan selama satu semester ini. Yasudahh kita sampaikan saja apa yang ingin kita sampaikan, apa yang menjadi unek unek kita selama ini. Kesempatan kan tidak dating dua kali :D
                Jadi begini, kalau saya sendiri sebenarnya tidak masalah dengan cara mengajar dikelas, karena saya sadar setiap pengajar baik guru/dosen mempunyai ciri khas mengajar yang berbeda beda, dengan sifat yang berbeda beda pula. Disitu kita harus memahami karakter masing masing pengajar supaya proses belajar bisa lebih kondusif, namun kita sebagai seorang mahasiswa juga ingin, tidak hanya mahasiswa yang memahami karakter setiap dosen, tapi dosen juga memahami setiap karakter mahasiswanya. Yaa mungkin saja ini hal yang susah karena perbandingan jumlahnya saja jauh berbeda. Misalnya saja, ada anak yang ketika dikelas semangat belajar, ada lagi yang ngantukan, suka telat, suka main gadget sendiri dan lain lain. Lalu pengajar menegurnya didepan banyak anak, iya kalau mental anaknya kuat, kalau dia merasa terbully bagaimana, dia merasa rendah diri dan kehilangan semangat belajar. lebih baik kita intropeksi, kenapa kok ketika dikelas mahasiswa saya suka main hp sendiri? Misal seperti itu. Tanpa disuruh untuk tidak main Hp pun, pelajar tidak akan main hp kalau dia memang tertarik dan bersemangat di pelajaran tersebut, jadi menurut saya itu tidak 100% kesalahan mahasiswa.
                Setelah saya pikir pikir kok sepertinya postingan ini agak agak curhat gimana gitu :D Oke langsung ke inti. Sebenarnya selama satu semester ini saya tidak bisa memberikan komentar mau seperti apa, saya sendiri bingung jawabnya. Saya hanya ingin menjalani semua kegiatan sehari hari saya dengan bahagia. Ketika dikelas saya bahagia, ketika di kosan saya bahagia, dimana mana saya bahagia. Saat saya merasa bahagia, pelajaran dikelas itu menjadi lebih menarik, bersosialiasi dengan teman teman juga lebih seru karena kita merasa bahagia. Maka saya ingin agar setiap suasana dikelas itu happy, banyak tertawanya. Yaa tidak harus menjadi pelawak juga sihh, intinya materi tersampaikan, mahasiswa mendengarkan dan mencatat materi yang diberikan. Berbeda kalau kita sedih, murung, meskipun kita sangat pandai saat pelajaran dikelas, kita pasti susah untuk bersosialisasi dengan teman, bahkan dengan nama teman sekelas saja ada yang tidak hafal. Oke mungkin dikelas mendapat IP bagus tapi di dunia nyatanya dia, saya yakin dia pasti stress.
                Teruss, jam masuk dikelas. Memang ada sebagian dosen yang memberikan kelonggaran batas minimal jam telat kepada mahasiswanya. Baik ada tambahan waktu ataupun tidak, ini sebenarnya mahasiswa yang katanya sudah mandiri harus datang on time. Seperti orang Eropa yang sangat menghargai waktu, yang tidak ada waktu mereka terbuang sia sia, yang memiliki planning dalam setiap hidupnya, yang selalu berinovasi untuk menghasilkan sesuatu yang lebih, begitu kata teman saya yang sudah 12 tahun tinggal di Eropa. Lalu kita sering mendengar, “jam orang Indonesia”. Secara tidak langsung memang kita sendiri yang member label bahwa semua orang Indonesia itu suka telat, padahal kan tidak semua seperti itu. Kalau tidak ada toleransi telat ini saya setuju, tapi untuk yang telat dan tidak boleh masuk kelas ini saya kurang setuju. Bukankah setiap pelajar berhak mendapat kesempatan yang sama, menerima materi yang disampaikan meskipun dia datang di 20 menit terakhir jam pelajaran. Saya merasa itu hak dia untuk mengikuti pelajaran meskipun dia telat, karena dia juga merasa membayar uang kuliah, karena dia juga niat, kalau tidak ada niat dia pasti memilih tidur daripada harus datang ke kampus.
                Ohh iyaa, motif telat mahasiswa kan berbeda beda, kita tidak bisa menjudge mereka yang telat itu sama rata, oh anak ini memang malas. Tidak, bahkan saya sendiri merasa, mahasiswa di fakultas saya ini anaknya rajin rajin, pandai pandai, dan mereka luar biasa. Kembali lagi ketika ada yang telat, kita bisa menyuruhnya mengklarifikasi di depan teman temannya, kembali lagi. Kalau anak itu tidak punya malu ya biasa saja, tidak ada masalah. Coba kita mengenalnya lebih dekat, bisa saja dia bekerja part time, yang sehari jam tidurnya itu sangat kurang, bisa saja dia memang tidak ingin kuliah tapi demi menuruti keinginan orang tuanya, demi mellihat orang tuanya bangga dia tetap kuliah, dan dia ingin menyelesaikan apa yang dia mulai sampai akhir, bisa saja dia keluar dari kampus lalu melakukan hal yang sesuai passionnya dia, mendafttar sekolah pramugari, mejadi TNI/POLRI mungkin. Atau karena dia sebenarnya sudah punya keinginan setelah lulus dia mau kemana dan menganggap mata kuliah ini tidak ada hubungannya dengan cita citanya dia, lalu kita paksa dia untuk suka, itu hal yang sulit.
                Cukup saja postingan saya, maafkan jika ada kata kata yang mungkin kurang sopan atau bagaimana, sampai ketemu di postingan selanjutnyaa. Semoga postingan selanjutnya bisa lebih baikk J


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bonus Demografi. Keuntungan atau Ancaman? Hubungannya dengan Perekonomian