Bonus Demografi. Keuntungan atau Ancaman? Hubungannya dengan Perekonomian
Bonus demografi terjadi ketika jumlah
warga negara usia produktif sangat banyak disbanding yang usia tidak produktif,
nah bonus demografi ini menurut saya bisa menjadi keuntungan juga bisa menjadi
ancaman, dilihat dari sisi mana dulu. Karena tidak bisa dikatakan menguntungkan
saja, pasti ada hal hal yang masih perlu diperbaiki. Apabila banyak
generasi muda yang sudah dibekali skill dan pendidikan yang bagus, maka akan
berdampak pada produktifitas yang meningkat. Tetapi kalau jumlah penduduk usia
kerja semakin banyak tetapi lapangan pekerjaan terbatas, maka pengangguran dan
angka ketergantunganpun akan semakin banyak.
Berdasarkan data yang ada, Indonesia diprediksi akan memperoleh
bonus demografi pada tahun 2020-2030. Menurut prediksi jumlah penduduk usia
angkatan kerja pada 2020-2030 di Indonesia akan mencapai 70 persen, sedangkan
sisanya, 30 persen, adalah penduduk yang tidak produktif. Jika dilihat dari
jumlahnya, penduduk usia produktif saat ini mencapai sekitar 180 juta,
sementara jumlah penduduk nonproduktif hanya 60 juta. Kondisi ini bisa menjadi
peluang bagus atau keuntungan bagi Indonesia namun bisa juga menjadi ancaman.
Bonus demografi akan menjadi peluang yang bagus atau keuntungan bagi Indonesia
karena jumlah penduduk dengan usia produktif yang lebih banyak ini akan membawa
dampak pada penurunan angka ketergantungan penduduk, karena penduduk usia non
produktif akan ditanggung oleh penduduk usia produktif. Ini akan memajukan
kondisi perekonomian indonesia.
Hal ini juga sependapat dengan
prediksi PBB yaitu angka ketergantungan penduduk di Indonesia akan menurun pada
tahun 2020-2030. Namun, Kondisi ini tidak akan menjadi peluang yang bagus bagi
Indonesia justru akan menjadi kerugian atau ancaman jika tidak dipersiapkan
dengan baik oleh pemerintah. Untuk mengatasi masalah tersebut harus ada campur
tangan pemerintah yang besar dalam menangani masalah ini. Pertama pada tahun
2020 kita akan dihadapkan dengan jumlah penduduk usia produktif yang banyak,
maka dari itu pemerintah harus meningkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan
karena jika tidak justru akan menambah jumlah angka pengangguran.
Hubungan dengan teori pembangunan
ekonomi, yang mana apabila jumlah penduduk usia produktif banyak maka akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran apabila seimbang
antara pencari kerja dan lapangan pekerjaan. Jadi, harus dipersiapkan bekal
untuk menjadi generasi muda yang terdidik dan berkualitas demi kemajuan bangsa.
Komentar
Posting Komentar